INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Menanggapi polemik tentang permasalahan internal Koperasi Plasma mitra PT. HIP, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melakukan langkah cepat dengan menggelar rapat penanganan penyelesaian masalah petani plasma dan koperasi plasma Kabupaten Buol.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol Dr. Moh Nasir DJ Daimaroto, SH.,MH, dan didampingi langsung oleh PJ. Sekda Buol Moh Yamin Rahim, SH ,MH serta dihadiri oleh para asisten dan staf ahli Bupati, Kadis Kumperindag, Kadis Nakertrans, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis PUPR, Kaban Kesbangpol, Kadis PMPTSP, Kepala Satpol-PP, para staf khusus Bupati, Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan, Kabid Kelembagaan Diskumperindag, Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Diskumperindag, Kabid Penataan Ruang PUPR, Penasehat Hukum Pemda, Pejabat Fungsional Pengawas dan Staf Analis Diskumperindag, Camat Bukal, Camat Tiloan, Kades Jatimulya, Kades Suraya, Kades Winagun, Kades Mouyong serta seluruh perwakilan koperasi plasma yang ada di Kabupaten Buol.
Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas sosial, melindungi hak petani plasma, serta memastikan pola kemitraan sawit berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan serta memastikan nilai keadilan.
Wakil Bupati Buol Moh Nasir DJ Daimaroto SH.,MH dalam pemaparannya menyampaikan,
bahwa pemerintah sebagai pembina yang bertanggung jawab mencairkan situasi, sekaligus memastikan setiap persoalan diselesaikan secara musyawarah dan transparan.
” Kami meminta kepada semua pihak untuk tetap berfikir positif, meyelesaikan semua persoalan ini dengan kepala dingin semua permasalahan pasti ada solusinya ungkap Nasir, ” ujar Wakil Bupati Buol.
Wakil Bupati juga menyampaikan, bahwa polemik persoalan plasma ini sudah cukup lama dan tidak bisa di selesaikan secara parsial karena menyangkut aspek kelembagaan, kemitraan hingga kepastian hukum dan harus segera dicarikan solusi kongkrit agar semua pihak tidak ada yang dirugikan.
Melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Buol berharap dapat merumuskan langkah kongkrit, mengutamakan kepentingan petani serta menjunjung tinggi nilai dan azaz persaudaraan sesama masyarakat Buol. (Moh Fharsi)

