INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN – Majelis Makrifatullah melalui pengajian pekanan di Pondok Pesantren Makrifatullah Yayasan Kiwari, Masjid Jamilah, Sleman, Ahad (11/1/2026), mengajak jamaah untuk istiqamah berdzikir serta mendalami al-qur’an sebagai pedoman hidup dalam segala kondisi.
Pengajian yang diisi oleh Kyai Haji Habibullah tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani. Jamaah diingatkan untuk menjaga kesehatan, termasuk mengontrol tekanan darah, sebagai bagian dari ikhtiar menjalani kehidupan yang sehat dan berkualitas.
Dalam tausiahnyaKyai Habibullah mengajak jamaah mencintai al-qur’an dengan membacanya secara rutin, mentadabburi, menerjemahkan, serta mengkajinya agar dapat memahami makna ayat-ayat Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, bahwa berpaling dari al-qur’an dan dzikir dapat menyebabkan kehidupan terasa sempit dan penuh kesulitan.
Sebagai penguat, disampaikan pula firman Allah dalam surat taha ayat 124–126 dan surat al-isra’ ayat 72, yang menjelaskan bahwa kebutaan di akhirat merupakan akibat dari kebutaan hati di dunia karena mengabaikan petunjuk Allah.
Jamaah juga diajak untuk senantiasa berdzikir dalam hati dengan mengucapkan Allahu… Allahu… dan Laa ilaaha illallah secara lirih dan istiqamah, dengan harapan memperoleh keselamatan serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Menutup tausiahnya, Kyai Habibullah mengingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi ujian hidup, termasuk kehilangan orang tercinta. Dengan menjaga iman, memperbanyak dzikir, dan tidak takut menghadapi kematian, umat Islam diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan hati yang tenang dan penuh keikhlasan.
Pengajian pekanan Majelis Makrifatullah ditutup dengan dzikir bersama, sholawat, dan istighfar, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
(Ari Wu)

