Reporter : Moh.Fharsi
Editor : Herman Makuaseng
INFOTIPIKOR.COM – Permasalahan hewan ternak (Sapi) yang berkeliaran di jalan dan di pemukiman warga menjadi sorotan Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM. Hal ini di sampaikan oleh Bupati Buol pada saat open house kebaran idul fitri 1446 H di rumah jabatan bersama Pemerintah Kecamatan Kramat, Senin (31/3/2025).
Menurut Risharyudi, kebijakan ini diambil untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tahun depan akan segera direalisasikan di Kabupaten Buol serta sebagai wacana progam ketahan pangan yang akan dimulai sebelum anggaran MBG disalurkan di Kabupaten Buol tahun depan.
“Kabupaten Buol mendapatkan anggaran sebesar 168 Milyar untuk program makan siang gratis bergizi. Maka yang harus kita lakukan adalah ketersediaan pangan untuk untuk menopang program nasional tersebut, sebab, program ini berskala nasional yang semua daerah di Indonesia harus mempersiapkan ketersediaan sandang pangan di masing-masing daerahnya,” jelas Risharyudi.
Lebih, Bupati Buol menjabarkan ketersediaan sandang pangan menjadi instrumen yang sangat penting, sebab ketika dihitung kebutuhan Progam MBG setiap harinya, maka kemungkinan besar produksi pangan kita di Kabupaten Buol tidak akan mencukupi, dan kita akan kesulitan menyediakan itu semua.
“Ada sekitar 4O Ribu lebih masyarakat Kabupaten Buol yang akan menerima manfaat MBG yang setiap harinya akan diberi makan siang gratis. Maka kita bisa hitung berapa banyak kebutuhan MBG yang diperlukan setiap harinya maka kemungkinan besar ketersediaan pangan kita di daerah tidak akan bisa menopang itu, solusinya kita harus minta ke daerah lain tapi kendalanya adalah daerah lain punya progam yang sama”
“Maka solusi terakhir adalah kita harus siap dengan ketersediaan pangan, kita dorong masyarakat kita untuk menanam padi, sayuran dan lain sebagainya. Nah, bagaimana kita mau menanam itu semua sementara hewan ternak (Sapi) masih berkeliaran mau jadi apa tanaman masyarakat ketika sapi di ternak liarkan,” jelasnya.
Tidak hanya sampai di situ, Bupati Buol juga akan menindak tegas para Camat, Lurah/akepala Desa yang tidak mampu mengatasi hewan ternak yang berkeliaran di wilayahnya masing- masing.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang para Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk membuat kesepakatan bagi kepala wilayah tingkat Kecamatan dan Lurah yang tidak mampu mengatasi masalah hewan ternak berkeliaran, silahkan mundur dari jabatannya dan bagi Kepala Desa kami akan menahan Alokasi Dana Desa (ADD)nya, dan untuk masyarakat yang mempunyai hewan ternak kami akan mempersiapkan tim gabungan dari Pemda, Kepolisian serta TNI untuk merazia hewan ternak (Sapi) yang berkeliaran, ditangkap dibawa ke penangkaran khusus dan memberikan denda sebesar Rp. 300.000/hari,” Tegas Bupati Buol.
Kegiatan open house tersebut dihadiri langsung oleh Camat Kramat, Salman Launa, S.Sos,Kepala Desa se -Kecamatan Kramat serta masyarakat.