Pemdes Cimahi,Ramaikan Rangkaian HUT RI ke 77 dengan Permainan Tradisional “Gempar”

Purwakarta | Infotipikor.com – Rangkaian kegiatan HUT RI ke 77 Pemerintahan Desa Cimahi, Kecamatan Campaka  menggelar permainan tradisional yang biasa dilakukan anak-anak zaman dahulu diantaranya “gempar”. Dimana,kesenian ini cukup dikenal pada zamannya dan saat ini mungkin saja hampir punah,karena tidak adanya kepedulian generasi muda akan permainan tradisional ini.

“Kami sengaja mengangkat dan mengadakan kegiatan lomba permainan tradisional ini,untuk mengenang mada kecil dulu yang saat ini mungkin hampir punah. Untuk itu dalam menyambut HUT RI ke 77 ini, Pemdes Cimahi sengaja mengadakan lomba ini sebagai bagian nostalgia dan menjaga warisan budaya bangsa khususnya anak-anak sunda zaman terdahulu,” Ungkap Asep Saepul Bahrie, Kepala Desa Cimahi saat lomba permainan tradisional di Aula Desa, Sabtu malam (6/8).

Menurutnya, permainan tradisional ini yang cukup ngetrend pada zamannya menjadi bagian kegiatan anak-anak sehari-hari,yang memiliki nilai filosopi yang cukup tinggi diantaranya kebersamaan, kekompakan dan kepedulian bagi perkembangan anak itu sendiri.

“Saat ini dengan dunia gadget yang memiliki nilai modern dirasa memiliki efek yang kurang baik bagi generasi penerus ini, walaupun memang tidak dipungkiri memiliki perkembangan di era digital ini manusia serba modern dan instan. Namun demikian kenyataannya bagi generasi penerus sendiri ada efek yang kurang baik karena kebersamaan, kekompakan serta kepedulian kurang,” jelas Asep.

Namun demikian, lanjut Asep, ada nilai plus dan minusnya dengan adanya gadget ini dan kita coba walaupun prosentasenya sedikit kita adakan lomba permainan tradisional ini,dan kita kenalkan kepada generasi penerus saat ini semoga saja menjadi motivasi rasa ingin tahunya dan bahkan mencoba sehingga setahap demi setahap permainan ini menjadi kegiatan anak-anak kita dimasa kini.

“Kita tidak muluk-muluk dengan adanya lomba permainan tradisional ini, paling tidak kita memperkenalkan kepada anak-anak saat ini, bahwa permainan tradisional ini dulunya menjadi kegiatan keseharian selepas beraktivitas sebagai pelajar,dan bermain dengan teman-teman permainan seperti ini” tegasnya.

“Kita selaku orang tua harus peduli dengan perkembangan anak,karena saat ini mereka yang kita bina akan menjadi generasi yang akan datang. Kita persiapkan generasi ini dengan ilmu dan mental yang kuat. Baik ilmu agama maupun ilmu lainnya sebagai penunjang dalam menyongsong masa depan” tutupnya.

(Redaksi)

Redaksi

Media realita, terkini dan manusiawi

Pengunjung Kami

0 1 3 7 4 9
Users Today : 82
Users Yesterday : 86
Users Last 7 days : 514
Users Last 30 days : 1054
Users This Month : 705
Users This Year : 6743
Total Users : 13749
Views Today : 135
Views Yesterday : 151
Views Last 7 days : 1010
Views Last 30 days : 2041
Views This Month : 1399
Views This Year : 13662
Total views : 31515
Who's Online : 0
Your IP Address : 44.200.171.74
Server Time : 2022-08-14