INDRAMAYU – SMK NU Kaplongan menggelar upacara bendera rutin pada Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban mingguan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menanamkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, serta membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Dalam amanat pembina upacara, Fauzan, S.Pd.I., mengangkat tema yang mendalam berjudul “Mengapa Kisah Lukmanul Hakim Dimasukkan ke dalam Al-Qur’an?”. Tema ini dipilih untuk mengajak para siswa memahami esensi hikmah, kebijaksanaan, dan pentingnya menyampaikan nasihat kebaikan sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Fauzan menjelaskan bahwa kisah Luqman dalam Al-Qur’an, khususnya yang tertuang dalam Surah Luqman, sarat dengan pelajaran berharga. Nilai-nilai tersebut mencakup keimanan yang kuat, berbakti kepada kedua orang tua, konsisten mendirikan salat, hingga menjauhi sikap sombong.
“Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik semata, tetapi juga tentang pembentukan akhlak dan kepribadian yang baik. Kisah Lukmanul Hakim mengajarkan kita bagaimana menyeimbangkan ilmu dengan adab,” ujar Fauzan dalam sambutannya.
Melalui amanat tersebut, seluruh siswa SMK NU Kaplongan diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kebaikan tersebut, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. Sikap disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama ditekankan sebagai fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berkualitas.
Upacara bendera kali ini mencerminkan komitmen SMK NU Kaplongan dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan memiliki semangat cinta tanah air. Dengan memadukan pendidikan moral, nilai-nilai keagamaan, dan nasionalisme, sekolah berharap para siswanya dapat tumbuh menjadi penerus bangsa yang cerdas serta berakhlak mulia. (Fif)

