JAKARTA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dikabarkan akan mengupayakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai fantastis, yakni mencapai Rp140–150 miliar, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk mendorong penguatan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama melalui revitalisasi infrastruktur rumah sakit.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus, dalam sebuah pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan daerah di Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, serta tujuh kepala daerah lainnya, termasuk Bupati Buol, Risharyudi.
Adapun kepala daerah lain yang hadir dalam forum tersebut meliputi Bupati Sigi Rizal Intjenae, Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, Wakil Bupati Morowali Iriane, Wakil Bupati Tojo Una-una Surya, dan Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfei Kambey.
Fokus Revitalisasi dan Pemerataan Layanan
Pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup tiga agenda utama:
1. Revitalisasi Rumah Sakit: Rencana pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2027.
2. Peningkatan Sarana Prasarana: Menampung usulan dari para kepala daerah terkait kebutuhan alat kesehatan dan infrastruktur pendukung.
3. Akses Layanan Kesehatan: Pembahasan mengenai pemerataan tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas layanan dasar agar masyarakat tidak lagi perlu berobat ke luar daerah.
Khusus untuk Kabupaten Buol, dukungan APBN tersebut akan difokuskan pada renovasi atau pembangunan baru RSUD Mokoyurli di atas lahan kosong. Proyek ini direncanakan berlangsung selama periode 2027–2029.
Penguatan SDM dan Penanganan TBC
Selain infrastruktur fisik, pemerintah pusat juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM). Pada tahun 2026, Pemkab Buol telah memiliki sejumlah dokter yang mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang dibiayai dan difasilitasi langsung oleh Kemenkes RI.
Dalam upaya penanganan penyakit prioritas, khususnya Tuberkulosis (TBC), Kabupaten Buol dijadwalkan memperoleh bantuan berupa X-Ray portable untuk RSUD Mokoyurli dan sejumlah Puskesmas. Dukungan ini juga mencakup penyediaan tenaga radiografer, biaya operasional, pemberdayaan kader, serta sarana prasarana pendukung lainnya.
Bupati Buol, Risharyudi, menyatakan harapan besar agar dukungan dari pemerintah pusat ini dapat secara signifikan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di daerahnya, baik dari sisi infrastruktur, kualitas SDM, maupun penanganan penyakit menular, sehingga akses kesehatan yang berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Buol. (Moh Fharsi)

