ACEH TENGGARA – Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Kabupaten Aceh Tenggara kembali memberikan masukan strategis kepada jajaran Polres Aceh Tenggara terkait penguatan pengamanan di sejumlah titik perbatasan wilayah. Melalui keterangan resminya pada Selasa (28/7/2026), pihak LANN menyarankan agar kepolisian segera menambah jumlah personil yang ditempatkan di pos-pos perbatasan yang menjadi jalur lintas utama antar daerah maupun antar provinsi.
Saran ini disampaikan menyusul tingginya potensi penyalahgunaan jalur perbatasan sebagai pintu masuk bagi peredaran gelap narkotika, barang terlarang, serta berbagai tindak pidana lintas wilayah lainnya. Seperti yang sering terjadi dalam sejumlah kasus yang berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Tenggara, jalur perbatasan kerap dimanfaatkan oleh para pelaku untuk mengirimkan barang haram dari luar daerah maupun sebaliknya. Modus ini seringkali berhasil karena minimnya pengawasan akibat terbatasnya jumlah petugas yang berjaga.
Pengawasan 24 Jam Tanpa Celah
Ketua LANN Aceh Tenggara menegaskan bahwa penambahan personil di pos perbatasan sangat diperlukan agar pengawasan dapat berjalan lebih maksimal, menyeluruh, dan berlangsung selama 24 jam tanpa ada celah yang terlewat.
“Dengan jumlah petugas yang memadai, petugas dapat melakukan pemeriksaan yang lebih teliti terhadap setiap kendaraan, barang bawaan, maupun identitas orang yang melintas. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai pergerakan pelaku maupun penyelundupan barang terlarang sejak dini sebelum masuk ke tengah pemukiman warga,” ujarnya.
Selain itu, penambahan personil juga bertujuan untuk memperkuat respons cepat apabila terjadi insiden atau terdapat kecurigaan terhadap aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan.
Sinergi Aparat dan Masyarakat
Pihak LANN berharap masukan ini dapat menjadi perhatian serius jajaran kepolisian, agar sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah semakin kokoh. Upaya membersihkan Aceh Tenggara dari ancaman narkotika dan kejahatan lainnya diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pihak kami juga siap untuk terus bersinergi, memberikan dukungan serta informasi yang dibutuhkan oleh kepolisian, demi terwujudnya Aceh Tenggara yang aman, tertib, dan bebas dari segala bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat serta merusak masa depan generasi muda,” tutupnya.
(Redaksi Infotipikor.com)

