Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Pemkab Buol Apresiasi “Kolektif Prema Rupa”, Ruang Kreatif Anak Muda Penjaga Budaya
    Daerah

    Pemkab Buol Apresiasi “Kolektif Prema Rupa”, Ruang Kreatif Anak Muda Penjaga Budaya

    By RedaksiMei 25, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BUOL – Di tengah derasnya arus modernisasi dan dominasi budaya digital, kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal kerap mengalami penurunan. Namun kondisi tersebut tidak berlaku di Kabupaten Buol. Kehadiran Kolektif Prema Rupa, sebuah komunitas kreatif yang digagas oleh pemuda setempat, justru menjadi angin segar dalam upaya pelestarian budaya sekaligus pembinaan karakter generasi muda.

    Pemerintah Kabupaten Buol pun memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Buol, Moh Nasir DJ. Daimaroto, SH., MH, dalam sambutannya pada peluncuran wadah kreatif tersebut pada 24 Mei 2026.

    Menurut Wakil Bupati, Kolektif Prema Rupa diharapkan tidak hanya menjadi sekadar komunitas seni biasa, tetapi mampu menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan nilai edukasi, penguatan identitas daerah, serta pembentukan karakter generasi muda.

    “Pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Kemajuan daerah juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang kreatif dan mampu menjaga budaya,” ujarnya.

    Baca Juga:  Sleman Lepas Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, Bupati Apresiasi Sinergi Jaga Kamtibmas

    Ia menegaskan bahwa seni dan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan mengandung nilai identitas, karakter, dan jati diri daerah yang harus dijaga marwahnya. Dari seni, lanjutnya, lahir kepekaan sosial, sementara budaya menumbuhkan nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

    Pemerintah menilai, kehadiran ruang kreatif seperti Kolektif Prema Rupa sangat penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Pasalnya, tidak sedikit generasi muda yang terjebak dalam budaya instan, minim ruang berekspresi, hingga mulai kehilangan keterikatan dengan budaya lokal.

    Melalui komunitas ini, diharapkan lahir sebuah “rumah bersama” yang inklusif bagi anak muda Buol untuk belajar, berdiskusi, bertukar gagasan, hingga menghasilkan karya seni yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat pesan moral dan kritik sosial.

    Baca Juga:  Momen HJKB, Wali Kota Ajak Warga dan Pemerintah Bersatu Benahi Bandung

    Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong agar Kolektif Prema Rupa terus menghadirkan program berkelanjutan seperti diskusi budaya, pameran seni rupa, pelatihan kreatif, hingga kolaborasi lintas komunitas guna memperkenalkan potensi lokal Buol ke tingkat yang lebih luas.

    Keberadaan komunitas ini juga diharapkan mampu menjadi benteng sosial bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sosial.

    “Seni diyakini mampu membentuk kepekaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Generasi muda jangan takut memulai langkah kecil dan berani menunjukkan potensi diri,” pungkas Wakil Bupati.

    Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Kolektif Prema Rupa diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan budaya lokal sekaligus wadah lahirnya generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing. (Moh Fharsi)

    Post Views: 852
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Di Tengah Ketegangan PT Askon, Kapolres Morowali Imbau Warga Matarape Tahan Diri dan Hindari Main Hakim Sendiri

    Oktober 3, 2026

    Warga Desa Plered Siap Pasang Baliho Protes, Keluhkan Akses Komunikasi dengan Kades yang Dinilai Terblokir

    Oktober 3, 2026

    Fakta Lapangan Mencekam, Warga Limbangan Tak Tidur Akibat Getaran Proyek GT Polytama, Ibu-Ibu Ngamuk di Teras

    Oktober 3, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Di Tengah Ketegangan PT Askon, Kapolres Morowali Imbau Warga Matarape Tahan Diri dan Hindari Main Hakim Sendiri

    Oktober 3, 2026

    Warga Desa Plered Siap Pasang Baliho Protes, Keluhkan Akses Komunikasi dengan Kades yang Dinilai Terblokir

    Oktober 3, 2026

    Fakta Lapangan Mencekam, Warga Limbangan Tak Tidur Akibat Getaran Proyek GT Polytama, Ibu-Ibu Ngamuk di Teras

    Oktober 3, 2026

    Sleman Borong 4 Gelar Prestasi pada Jamsostek Award 2026, Dinaker Sleman Raih Juara 1 Tingkat Pemda

    Oktober 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.