INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN –
Gerakan Peduli dan Pengembangan Masyarakat Pedesaan (GPPMP) Yogyakarta, menggelar kegiatan bakti sosial berupa edukasi dan pelatihan bertema “Jadikan Air Hujan sebagai Berkah dalam Kehidupanmu”, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan berlangsung di komplek Pondok Pesantren Makrifatullah (Joglo) Yayasan Kiwari, Dusun Banaran RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, DIY. Acara ini menghadirkan narasumber RM. Basaruddin, SE, Ketua Komunitas Banyu Bening Cabang Bantul DIY.
Dalam pemaparannya RM. Basaruddin, menegaskan bahwa air hujan merupakan sumber air alami yang sering terabaikan, padahal memiliki kualitas sangat baik jika ditangani dengan benar.
Ia menjelaskan, secara ilmiah air hujan memiliki kandungan Total Dissolved Solids (TDS) rendah, sehingga berpotensi menjadi sumber air minum sehat setelah melalui proses penyaringan dan pengolahan sederhana.
“Air hujan bukan limbah dari langit, tetapi berkah yang harus dikelola. Jika ditampung dan diproses dengan benar ini bisa menjadi solusi air bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada air kemasan,” ujarnya.
Pelatihan Teknis Penampungan dan Pengolahan
Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan teknik praktis, antara lain:
Membiarkan hujan deras 15–20 menit pertama untuk membersihkan atap dari debu dan kotoran, menampung air hujan menggunakan wadah tertutup dan tidak terkena sinar matahari langsung, melakukan penyaringan bertahap sebelum air dikonsumsi, mengolah air dengan metode filtrasi dan ionisasi sederhana untuk meningkatkan kualitasnya.
Selain untuk konsumsi, air hujan juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik berbasis rempah yang dikembangkan komunitas, guna meningkatkan hasil pertanian tanpa bahan kimia berlebihan.
Dorong Kemandirian Air dan Ekonomi
RM. Basaruddin menekankan pentingnya konsep kemandirian air rumah tangga, terutama menghadapi dua musim di Indonesia:, hujan dan kemarau. Dengan sistem penampungan yang tepat, satu keluarga dapat menyimpan cadangan air untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, jika masyarakat mampu mengelola air hujan sendiri, pengeluaran untuk membeli air minum dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan ekonomi lainnya.
Dukungan GPPMP
Ketua GPPMP Yogyakarta
Yusuf Langke, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi mandiri.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa solusi sering kali ada di sekitar kita. Air hujan adalah berkah, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung sistem penampungan air hujan. Peserta yang hadir terdiri dari warga sekitar, pengurus pondok pesantren, serta anggota komunitas peduli lingkungan.
Melalui bakti sosial edukasi dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan air hujan sebagai sumber kehidupan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi. (Ari Wu)

