INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Progam Makanan Bergizi Gratis (MBG) kian mencemaskan siswa, setelah sebelumnya ditemukan sejumlah makanan (telur) busuk di salah satu srkolah di wilayah Kecamatan Bokat. Kini publik dikejutkan dengan ratusan siswa SD yang ada di Kecamatan Bunobogu yang keracunan setelah menyantap MBG dari unit kerja SPPG Kecamatan Bunobogu, yang dikelola oleh salah satu yayasan.
Apdate terbaru sebanyak 141 siswa di Kecamatan Bunobogu terpaksa di larikan ke rumah sakit, akibat gejala keracunan setelah sebelumnya menyantap makanan dari program MBG.
Kasus dugaan keracunan massal akibat MBG ini mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, Sekda Buol Moh Yamin Rahim,SH.,MH, yang mengunjungi rumah sakit tempat di rawatnya ratusan siswa tersebut meminta kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Bunobogu untuk menutup sementara dapur MBG sembari menunggu hasil koordinasi selanjutnya.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pak Bupati, untuk saat ini kita fokuskan dulu pada penanganan siswa dan siswi, terkait dengan dapur MBG kami sudah meminta kepada SPPG untuk menghentikan sementara dapur MBG di Bunobogu tersebut sembari menunggu hasil laboratrium dari makanan MBG yang telah diambil sampelnya,” ujarnya.
Sekda Buol juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menghakimi pengelola dapur MBG, mengingat proses masih terus berlangsung.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat koordinasi terkait masalah ini, termasuk melibatkan SPPG Wilayah Provinsi Sulteng, pengawas MBG, Kepala-kepala Sekolah SD di Jecamatan Bunobogu serta unsur lainnya,” pungkasnya.
Dengan adanya keracunan massal siswa akibat MBG ini, menjadi alarm keras atas rapuhnya pengawasan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Program MBG, program yang sejatinya dirancang untuk melindungi dan menyehatkan anak-anak sekolah, alih-alih mendapat asupan gizi, justru mengalami ancaman serius bagi masalah kesehatan siswa dan siswi.
.

