INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Lonjakan angka stunting di Kabupaten Buol menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi percepatan penurunan stunting yang dipimpin langsung oleh Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, M.M., di Ruang Rapat Bupati, Selasa (3/3/2026).
Rapat ini dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh kKepala Dinas yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Agenda utama pertemuan adalah mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah konkret untuk menekan angka stunting yang dinilai mengalami peningkatan di sejumlah kecamatan.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi Buol. Ia meminta seluruh jajaran untuk bekerja lebih terukur dan terintegrasi, dengan memastikan setiap intervensi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.
“Saya tidak ingin penanganan ini hanya berhenti pada rapat dan laporan. Harus ada langkah nyata di lapangan. Kita ingin setiap anak yang terindikasi stunting mendapatkan perhatian serius,” tegasnya.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan gerakan Orang Tua Asuh bagi balita terdampak, sehingga pemantauan asupan gizi dan kondisi kesehatan dapat dilakukan secara langsung dan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya validasi data agar tidak terjadi perbedaan angka antar instansi.
Sekretaris Daerah turut diminta memastikan efektivitas penggunaan anggaran di masing-masing perangkat daerah, termasuk optimalisasi program bantuan gizi tambahan, akses air bersih, dan edukasi pola asuh kepada keluarga berisiko.
Dengan langkah percepatan ini, Pemkab Buol berharap tren peningkatan stunting dapat segera ditekan, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam mendukung target nasional penurunan stunting tahun 2026. (Moh Fharsi)

