Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Bakti Sosial Edukasi dan Pelatihan: Jadikan Air Hujan sebagai Berkah dalam Kehidupanmu
    Daerah

    Bakti Sosial Edukasi dan Pelatihan: Jadikan Air Hujan sebagai Berkah dalam Kehidupanmu

    By RedaksiFebruari 18, 2026Updated:Februari 18, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN –
    Gerakan Penerus Perjuangan  Merah  Putih (GPPMP) Yogyakarta, menggelar kegiatan bakti sosial berupa edukasi dan pelatihan bertema “Jadikan Air Hujan sebagai Berkah dalam Kehidupanmu”, Selasa (17/2/2026).

    Kegiatan berlangsung di komplek  Pondok Pesantren Makrifatullah (Joglo) Yayasan Kiwari, Dusun Banaran RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, DIY. Acara ini menghadirkan narasumber RM. Basaruddin, SE, Ketua Komunitas Banyu Bening Cabang Bantul DIY.

    Dalam pemaparannya RM. Basaruddin,  menegaskan bahwa air hujan merupakan sumber air alami yang sering terabaikan, padahal memiliki kualitas sangat baik jika ditangani dengan benar.

    Ia menjelaskan, secara ilmiah air hujan memiliki kandungan Total Dissolved Solids (TDS) rendah, sehingga berpotensi menjadi sumber air minum sehat setelah melalui proses penyaringan dan pengolahan sederhana.

    “Air hujan bukan limbah dari langit, tetapi berkah yang harus dikelola. Jika ditampung dan diproses dengan benar ini bisa menjadi solusi air bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada air kemasan,” ujarnya.

    Baca Juga:  Stunting Melonjak, Pemkab Buol Gelar Rapat koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

    Pelatihan Teknis Penampungan dan Pengolahan

    Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan teknik praktis, antara lain:
    Membiarkan hujan deras 15–20 menit pertama untuk membersihkan atap dari debu dan kotoran, menampung air hujan menggunakan wadah tertutup dan tidak terkena sinar matahari langsung, melakukan penyaringan bertahap sebelum air dikonsumsi, mengolah air dengan metode filtrasi dan ionisasi sederhana untuk meningkatkan kualitasnya.

    Selain untuk konsumsi, air hujan juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik berbasis rempah yang dikembangkan komunitas, guna meningkatkan hasil pertanian tanpa bahan kimia berlebihan.

    Dorong Kemandirian Air dan Ekonomi

    RM. Basaruddin menekankan pentingnya konsep kemandirian air rumah tangga, terutama menghadapi dua musim di Indonesia:, hujan dan kemarau. Dengan sistem penampungan yang tepat, satu keluarga dapat menyimpan cadangan air untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.

    Baca Juga:  Warga Jawa Barat Dihimbau Jangan Panic Buying, Stok BULOG Jabar Aman

    Menurutnya, jika masyarakat mampu mengelola air hujan sendiri, pengeluaran untuk membeli air minum dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan ekonomi lainnya.

    Dukungan GPPMP
    Ketua GPPMP Yogyakarta

    Yusuf Langke, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi mandiri.

    “Kami ingin masyarakat sadar bahwa solusi sering kali ada di sekitar kita. Air hujan adalah berkah, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung sistem penampungan air hujan. Peserta yang hadir terdiri dari warga sekitar, pengurus pondok pesantren, serta anggota komunitas peduli lingkungan.

    Melalui bakti sosial edukasi dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan air hujan sebagai sumber kehidupan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi. (Ari Wu)

    Post Views: 151
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Pemda Buol dan Untad Bahas Moratorium Prodi PSDKU, Targetkan Perkuliahan Dimulai 2026

    Maret 10, 2026

    Pemdes Cimahi Tarling, Selesai Diakhiri Buka Puasa Bersama Muspika

    Maret 10, 2026

    Berbagai Keberkahan Ramadan, Pemda Buol dan BNI Kolaborasi Serahkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat yang Membutuhkan

    Maret 9, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Bentuk Kasih Sayang dan Peduli, Polsek Sukatani Bagikan Takjil ke Pengendara

    Maret 11, 2026

    Pemda Buol dan Untad Bahas Moratorium Prodi PSDKU, Targetkan Perkuliahan Dimulai 2026

    Maret 10, 2026

    Pemdes Cimahi Tarling, Selesai Diakhiri Buka Puasa Bersama Muspika

    Maret 10, 2026

    Berbagai Keberkahan Ramadan, Pemda Buol dan BNI Kolaborasi Serahkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat yang Membutuhkan

    Maret 9, 2026
    Kategori
    • Advetorial
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Entertainment
    • Film
    • Iklan
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Musik
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Politik & Hukum
    • Ragam & Olah Raga
    • Religi
    • Sosial & Budaya
    • TNI – POLRI
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.