INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buol melalui Bapeeda Litbang tengah mempersiapkan sejumlah meteri penting menjelang peringatan satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati yang dikenal dengan sebutan Jargon *Naga Bonar.*
Momentum ini dianggap perlu karena sebagai titik evaluasi strategis untuk menilai capaian pembangunan, efektivitas program serta arah kebijakan daerah yang telah di lakukan selama setahun.
Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikabarkan saat ini tengah merampungkan laporan kinerja tahunan yang mencakup berbagai sektor pembangunan. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM serta seluruh program yang ada di OPD. Laporan tersebut nantinya akan dihimpun dan publikasikan di acara puncak yaitu tanggal 20 Februari 2026.
Kepala Bappeda Buol Satar Badang, kepada media menyampaikan bahwa peringatan satu tahun pemerintahan Naga Bonar, merupakan bentuk refleksi serta evaluasi untuk tahun berikutnya.
“Peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati, ini adalah bentuk apresiasi kita terhadap pimpinan daerah, serta sebagai bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh instansi pemerintah, dan juga sebagai parameter capaian kinerja selama setahun,” ungkap Satar.
Selain itu Satar juga menyampaikan, Pemda akan melakukan inventarisasi program yang selama setahun terakhir yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat begitu juga sebaliknya.
“Dalam pemerintahan, tata kelola birokrasi, peningkatan kualitas layanan administrasi publik, serta penguatan sinergi antara pemerintah Desa dan pemerintah Kabupaten dalam pelaksanaan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat adalah hal yang paling prinsip, makanya peringatan satu tahun pemerintahan Naga Bonar benar-benar harus dilaporkan dengan sebenar-benarnya tanpa ada rekayasa,” tambahnya
Diketahui, langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Pemerintah daerah menilai, satu tahun pertama merupakan fase penting dalam memastikan visi dan misi kepala daerah mulai berjalan sesuai rencana. Evaluasi ini diharapkan mampu mengidentifikasi program yang sudah berjalan baik, sektor mana yang masih membutuhkan perbaikan, dan sektor mana yg tidak jalan apalagi tida mempunyai azaz manfaat untuk rakyat,” harap Satar.( Moh Fharsi)

