INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN – Pengajian pekanan Majelis Makrifatullah kembali dilaksanakan di Pondok Pesantren Makrifatullah Yayasan Kiwari, bertempat di Masjid Jamilah, Dusun Banaran RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad (25/01/2026).
Pengajian tersebut diisi oleh Kyai Haji Habibullah, yang dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga martabat diri dengan eling marang Gusti Allah (selalu ingat kepada Allah) dalam kondisi apa pun.
Ia menegaskan, bahwa manusia hendaknya tidak sampai memiliki martabat yang lebih rendah dibandingkan makhluk ciptaan Allah lainnya.
Kyai Haji Habibullah juga mengajak jamaah untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, seraya mengingatkan bahwa banyak manusia di luar sana yang lalai karena sibuk mengejar dunia.
Hal tersebut dijelaskan dalam QS At-Takatsur ayat 1–8 yang menegur manusia karena bermegah-megahan dengan harta, anak, dan pengikut hingga melupakan akhirat, sampai akhirnya kematian menjemput.
Surat At-Takatsur menegaskan bahwa kesibukan duniawi tidak memiliki arti apa-apa, karena pada akhirnya seluruh manusia akan kembali kepada Allah SWT dan dimintai pertanggungjawaban atas setiap nikmat yang telah diberikan. Manusia yang menumpuk harta tanpa membelanjakannya di jalan Allah—seperti infak, sedekah, zakat, dan wakaf—diingatkan akan ancaman siksa neraka Jahim.
Sebagai contoh penerapan pemanfaatan harta di jalan Allah, Kyai Haji Habibullah menyinggung manajemen Masjid Jogokariyan yang menerapkan prinsip saldo nol. Dana infak dan sedekah jamaah langsung dimanfaatkan untuk kepentingan umat, seperti pengembangan UMKM, penginapan, dan kegiatan sosial lainnya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa petunjuk utama bagi manusia adalah Al-Qur’an, sedangkan petunjuk kedua adalah alam semesta, termasuk alam kubur. Alam ciptaan Allah sangat beragam, di antaranya alam tumbuhan, hewan, manusia, dan ruh. Umat Islam juga diingatkan untuk memahami bulan-bulan dalam kalender Islam, mulai dari Rajab, Sya’ban, hingga Ramadhan yang penuh keberkahan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Kyai Haji Habibullah menegaskan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian dan memasuki alam kubur. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk senantiasa berdoa dalam setiap aktivitas kehidupan, seperti saat makan, belajar, dan dalam kehidupan rumah tangga, agar selalu berada dalam lindungan Allah SWT serta terhindar dari godaan setan.
Beliau juga berpesan agar manusia mempersiapkan bekal untuk kehidupan di alam kubur dengan memperbanyak amal saleh, bermanfaat bagi sesama, serta menjaga kebersihan hati dalam kehidupan sehari-hari.
Harapannya, setiap manusia dapat meraih husnul khatimah, dengan tanda mampu mengucapkan atau menghadirkan kalimat La ilaha illallah saat sakaratul maut.
Pengajian Majelis Makrifatullah pekanan tersebut ditutup dengan pembacaan sholawat, istighfar, dan doa penutup majelis. (Ari Wu)

